Backup Dan Restore Windows Dengan Symantec Ghost 11.5 Booting USB

dicopas oleh uqi_mystar

Backup Dan Restore Windows Dengan Symantec Ghost 11.5 Booting USB

| 13 February 2011 | 68 Comments

Windows BackupDalam kesempatan ini iniSip akan berbagi cara backup dan Restore windows melalui USB. Berdasarkan pengalaman cara ini sangat cepat dan hanya membutuhkan kurang dari 3 menit untuk menjadikan windows seperti semula pada waktu membuat backup windows. Kenapa harus backup windows..??? Untuk mengembalikan windows dengan cepat tanpa harus instal ulang windows yang memakan waktu paling cepat 1 jam belum lagi instal driver dan software lainnya.

Kenapa backup windows dilakukan…? Suatu saat atau kerena sebab lain windows bisa mengalami crash atau tidak bisa masuk windows atau lainnya yang disebabkan karena sesuatu baik itu virus, kesalah operasi atau lainnya sehingga kita hanya diberi pilihan instal ulang agar windows bisa kembali, dari pada harus instal ulang windows lebih baik memilih cara ini.

Syarat agar bisa melakukan Backup windows:

  1. Aplikasi dan tool lainnya bisa didownload diakhir tulisan
  2. USB untuk melakukan booting dan menjalankan aplikasi Ghost
  3. Windows harus mempunya lebih dari 1 partisi karena kita tidak bisa melakukan backup dan restore windows hanya 1 partisi

Langkah persiapan backup windows

Untuk persiapan pertama USB yang kita pakai harus bisa booting USB, agar USB bisa dipakai booting maka harus diformat dengan tool yang ada dalam paket download.

Langkah Format USB:

  • Unrar file yang sudah didownload
  • Masukkan USB yang ingin dibuat booting
  • Jalankan Format Tool.exe yang ada dalam folder Format USB
  • Di Device biasanya sudah terbaca jenis USB yang dimasukkan
  • Pada Format Options conteng Create a DOS startup disk
  • Di kolom Using DOS system files located at Arahkan ke foldar Boot di paket download yang sudah diunrar
  • Klik tombol Start untuk melakukan format USB dan tunggu sampai proses format selesai

Format tool

Selanjutnya langkah Backup Windows Dengan Symantec Ghost 11.5

  • Setelah selesai Format USB selanjutnya copy file GHOST.exe yang ada di folder GHOST ke USB
  • Restart komputer untuk melakukan booting USB ( jangan lupa merubah seting bios supaya USB yang kita pakai sebagai booting pertama di bios )
  • Kalau sudah benar setingan bioas USB booting pertama maka akan lngsung masuk command prompt C:\
  • Pada C:\ ketik ghost.exe kemudian Enter (c:\ghost.exe)
  • Setelah aplikasi Ghost terbuka, Pada menu pilih Local -> Partition -> To Image
  • Akan terlihat jenis Hardisk, pilih sesuai dengan yang  dipakai, lalu klik OK

WIndows Backup

  • Setelah itu terlihat jumlah partisi yang ada di komputer, pilih partisi dimana windows diinstal dan biasanya dipartisi C, kemudian klik OK

WIndows Backup

  • Pilih di mana backup windows disimpan kemudian beri nama ( biasanya bisa disimpan di partisi D,E atau CD rom, kemudian klik Save

  • Setelah itu diberi tiga pilihan komres file backup yang akan dilakaukan, rekomendasi pilih yang Fast

  • Setelah itu muncul peringatan apa benar ingin membuat beckup windows, klik saja Yes

  • Tunggu sampai proses backup windows selesai 100%

Setelah backup windows selesai silahkan restart dan cabut USB kemudian masuk ke windows lihat dan cek lg hasil backup windows yang telah dilakukan biasanya file hasil backup berextensi .GHO dan hasil backup cukup lumayan besar, kalau windows XP plus instal driver dan aplikasi secukupnya besarannya sekitar 3 GB. Silahkan simpan baik-baik hasil backup windows yang dibuat atau kalau perlu simpan di DVD agar suatu saat bila terjadi kerusakan windows bisa dengan mudah mengembalikannya.

Sekarang kita lanjutkan dengan Restore WIndows:

  • Booting dengan USB, jalankan Ghost dengan mengetik C:\ghost.exe pada commend prompt
  • Pada menu Ghost pilih Local -> Partition -> From Image
  • Cari di mana Backup windows kita simpan, lalu klik Open ( untuk menggeser kursor gunakan tombol TAB pada keyboard)

  • Setelah itu terlihat sumber partisi, pilih Primary lalu OK

  • Setelah itu pilih jenis Hardisk yang digunakan, lalu OK

  • Setelah itu terlihat partisi yang akan kita timpa atau restore windows, kalau windows yang sebelumnya diinstal di partisi C maka restore yang kita lakukan harus di partisi C ( jangan salah memilih partisi karena salah memilih partisi akan membuat data hilang karena sifatnya memformat partisi dan mengembalikan restore windows ke partisi yang dipilih ) Lalu klik OK

  • Muncul pemberitahuan apakan kita benar ingin melakukan restore windows, kalau sudah yakin pilih OK

  • Biarkan proses berjalan sampai 100% setelah selesai restart komputer dan cabut USB biar booting windows seperti biasa.

Tips:

  • Untuk windows yang dibuat backup harus bebas dari virus dan sebaiknya windows diinstal aplikasi yang seperlunya agar file beckup tidak terlalu besar.
  • Untuk menggerakkan kursor pada aplikasi Ghost gunakan tombol TAB pada keyboard dan tombol ENTER untuk instruksi.

Selesai….. rekor baru postingan terpanjang inisip net :)

DOWNLOAD

Kisah Hikmah, Jeruk Busuk Rasa Manis

dicopas oleh uqi_mystar

Suatu hari, ketika saya sedang menjenguk salah satu saudara yang tengah dirawat di rumah sakit, terdengar suara makian keras dari pasien sebelah, “Bawa jeruk kok busuk, mau ngeracunin saya? biar saya cepat mati?”

Suara marah itu berasal dari lelaki tua yang kedatangan salah satu keluarganya dengan membawa jeruk. Boleh jadi benar, bahwa beberapa jeruk dalam jinjingan itu busuk atau masam. Meski tidak semua jeruk yang dibawanya itu busuk dan sangat kebetulan yang terambil pertama oleh si pasien yang busuk. Dan tanpa bertanya lagi, marahlah ia kepada si pembawa jeruk.

Sebenarnya, boleh dibilang wajar jika seorang pasien marah lantaran kondisinya labil dan kesehatannya terganggu. Ketika ia marah karena jeruk yang dibawa salah satu keluarganya itu busuk, mungkin itu hanya pemicu dari segunung emosi yang terpendam selama berhari-hari di rumah sakit. Penat, bosan, jenuh, mual, pusing, panas, dan berbagai perasaan yang menderanya selama berhari-hari, belum lagi ditambah dengan bisingnya rumah sakit, perawat yang kadang tak ramah, keluarga yang mulai uring-uringan karena kepala keluarganya sekian hari tak bekerja, semuanya membuat dadanya bergemuruh. Lalu datanglah salah satu saudaranya dengan setangkai ketulusan berjinjing jeruk. Namun karena jeruk yang dibawanya itu tak bagus, marahlah ia.

Wajar. Sekali lagi wajar. Tetapi tidak dengan peristiwa lain yang hampir mirip terjadi di acara keluarga besar belum lama ini. Seorang keluarga yang tengah diberi ujian Allah menjalani kehidupannya dalam ekonomi menengah ke bawah, berupaya untuk tetap berpartisipasi dalam acara keluarga besar tersebut. Tiba-tiba, “Kalau nggak mampu beli jeruk yang bagus, mending nggak usah beli. Jeruk asam gini siapa yang mau makan?” suara itu terdengar di tengah-tengah keluarga dan membuat malu keluarga yang baru datang itu.

Pupuslah senyum keluarga itu, rusaklah acara kangen-kangenan keluarga oleh kalimat tersebut. Si empunya suara mungkin hanya melihat dari jeruk masam itu, tapi ia tak mampu melihat apa yang sudah dilakukan satu keluarga itu untuk bisa membawa sekantong jeruk yang boleh jadi harganya tak seberapa.

Harga sekantong jeruk mungkin tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Tapi tahukah seberapa besar pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk membelinya? Rumahnya sangat jauh dari rumah tempat acara keluarga, dan sedikitnya tiga kali tukar angkutan umum. Sepuluh ribu itu seharusnya bisa untuk makan satu hari satu keluarga. Boleh jadi mereka akan menggadaikan satu hari mereka tanpa lauk pauk di rumah. Atau jangan-jangan pagi hari sebelum berangkat, tak satu pun dari anggota keluarga itu sempat menyantap sarapan karena uangnya dipakai untuk membeli jeruk. Yang lebih parah, mungkin juga mereka rela berjalan kaki dari jarak yang sangat jauh dan memilih tak menumpang satu dari tiga angkutan umum yang seharusnya. “Ongkos bisnya kita belikan jeruk saja ya, buat bawaan. Nggak enak kalau nggak bawa apa-apa,” kata si Ayah kepada keluarganya.

Kalimat sang Ayah itu, hanya bisa dijawab dengan tegukan ludah kering si kecil yang sudah tak sanggup menahan lelah dan panas berjalan beberapa ratus meter. Tak tega, Ayah yang bijak itu pun menggendong gadis kecil yang hampir pingsan itu. Ia tetap memaksakan hati untuk tega demi bisa membeli harga dari di depan keluarga besarnya walau hanya dengan sekantong jeruk. Menahan tangisnya saat mendengar lenguhan nafas seluruh anggota keluarganya sambil berkali-kali membungkuk, jongkok, atau bahkan singgah sesaat untuk mengumpulkan tenaga. Itu dilakukannya demi mendapatkan sambutan hangat keluarga besar karena menjinjing sesuatu.

Setibanya di tempat acara, sebuah rumah besar milik salah satu keluarga jauh yang sukses, menebar senyum di depan seluruh keluarga yang sudah hadir sambil bangga bisa membawa sejinjing jeruk, lupa sudah lelah satu setengah jam berjalan kaki, tak ingat lagi terik yang memanggang tenggorokan, bertukar dengan sejumput rindu berjumpa keluarga. Namun, terasa sakit telinga, layaknya dibakar dua matahari siang. Lebih panas dari sengatan yang belum lama memanggang kulit, ketika kalimat itu terdengar, “Jeruk asam begini kok dibawa…”

Duh. Jika semua tahu pengorbanan yang dilakukan satu keluarga itu untuk bisa menjinjing sekantong jeruk tadi, pastilah semua jeruk asam itu akan terasa manis. Jauh lebih manis dari buah apa pun yang dibawa keluarga lain yang tak punya masalah keuangan. Yang bisa datang dengan kendaraan pribadi atau naik taksi dengan ongkos yang cukup untuk membeli sepeti jeruk manis dan segar.

Mampukah kita melihat sedalam itu? Sungguh, manisnya akan terasa lebih lama, meski jeruknya sudah dimakan berhari-hari yang lalu.

Bayu Gawtama

kisah islami

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons